Sosialisasi Radikallisme di Kalangan Pelajar

authorAdministrator date21 Agustus 2019 comments203 Dilihat

Dalam rangka mencegah munculnya gerakan radikalisme dikalangan pelajar dan pemuda di lingkungan sekolah, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Way Kanan, melaksanakan sosialisasi tentang bahaya radikalisme dikalangan pelajar dan pemuda, yang di laksanakan di SMA I Kasui, Kecamatan Kasui, Rabu (21/8/2019),  dibuka langsung oleh Kasi ideologi, Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Ahsan Putra, S.Sos.

 

Kegiatan yang diikuti lebih kurang 150 siswa SMA, dihadiri oleh Kasat Binmas Polres Way Kanan Iptu Burhanuddin, Danramil Kasui Kapten Yana Mulyana, Ketua FKUB Way Kanan H. Minaryadi, Babinsa, dan Babinkamtimas ini, kepala sekolah SMA N 1 Kasui, para dewan guru,  mengambil tema, merawat kebhinekaan dengan mewaspadai mencegah paham radikalisme menyimpang, NKRI harga Mati, merupakan salah satu upaya untuk menanamkan sejak dini kepada geberasi muda dan pelajar, akan bahaya radikalisme bagi keutuhan berbangsa dan bernegara.

Seperti diutarakan oleh Kasi Ideolog, Wawasan Kebangsaan dan Katrakter Bangsa Ahsan Putra,  mewakili Plh Kepala Kantor Kesbangpol Way Kanan Firdaus, menjelaskan, dewasa ini kegiatan radikalisme meruapakan salah satu ancaman bagi kesatuan NKRI, sehingga perlu diwapadai keberadaannya sejak dini. Oleh karena itu dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesbangpol, kiranya akan mampu menjadi ujung tombak, dalam mensosialisasikan akan bahaya radikalisme dikalangan pemuda dan pelajar.

 

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan agenda yang ada di kantor Kesbangpol, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, tentunya memiliki tanggungjawab, untuk melakssanakan sosialisasi, dalam rangka untuk melakukan pencegahan sejak dini, tentang bahaya radikalisme yang ada saat ini, dan akan mengancam keutuhan NKRI,” kata Ahsan Putra

Selain itu, hal ini sejalan dengan perkembangan anak yang menjelang remaja, dimana masa remaja merupakan sosok generasi yang ingin mencari identitas diri, sehingga tidak menutup kemungkinan sangat mudah untuk dipengaruhi dan terbawa oleh pengaruh lingkungannya. Oleh karena itu, dengan sosialisasi ini diharapkan akan mampu membentuk karakter dan mental para pelajar, untuk tidak mudah terpengaruh dengan aliran radikalisme di lingkungan, baik lingkungan sekolah, maupun lingkungan keluarga.

 

Sementara itu dalam sambutannya Kepala SMA I Nurwana, SPd, Msi, mengatakan, pihaknya merasa berterima kasih dengan dipilihnya SMA I kasui sebagai tempat untuk pelaksanaan kegiatan sosialisasi tentang radikalisme,  karena pihaknya merasa bahwa para pelajar sangat perlu untuk mengetahui akan bahaya paham radikalisme sejak mereka masih remaja.

Sebagai generasi muda, tentunya dengan tingkat emosional yang masih labil, akan menjadi sasaran yang empuk bagi para pelaku radikalisme, untuk melakukan pendekatan dan doktrin-doktrin radikalisme, sehingga para pelajar ini akan mudah terpengaruh dan berbuat sesuai dengan doktrin yang mereka lakukan, dengan kegiatan yang memecah NKRI.

Dalam materinya Kasat Binmas Polres Way kanan Iptu Burhanuddin menjelaskan, bangsa Indonesia dengan dasar negara pancasila, tentunya akan selalu berupaya untuk mencegah timbulnya ancaman radikalisme, khususnya dikalangan remaja dan pelajar. “dengan sosialisasi seperti hari ini, merupakan langkah awal yang sangat tepat, sebab,  dimulai dari lingkungan sekolah, sebagi tempat berinteraksi antar pelajar yag satu, maupun dengan dewan guru,” kata Burhanuddin.

Selain dari lingkungan sekolah, lanjut Burhanuddin, sosialisasi akan bahaya radikalisme, juga dapat diterapkan dilingkungan keluarga, keluarga yang harmonis, tentunya akan menjadi tempat yang nyaman bagi anggota keluarga lainnya, komunikasi dan kasih sayang merupakan kuncinya.

Hal senada juga dilontarkan oleh Kapten Yana Mulyana Danramil Kasui, yang mewakili Komandan Kodim 0427 Letkol Komara. Dalam materinya dia menyebutkan, bahwa untuk radikalisme ini dapat dibagi menjadi dua bagian, yakni radikal kiri dan radikal kanan, keduanya sama-sama berbahaya dan dapat mengancam keutuhan NKRI.

 

Oleh karena itu, lanjut Yana Mulyana, kiranya para pelajar ini dapat menjadi ujung tombak atau kader, yang mampu untuk menyebarkan akan pentingnya mewaspadai akan berbahayanya paham radikalisme di lingkungan sekolah, maupun lingkungan kehidupan bermasyarakat. “kulit mereka sama dengan kita, mereka berbaur dengan kita, mereka bergaul dengan kita, sehingga kita tidak mudah untuk membedakan mana pengikut paham radikalisme atau bukan, tentunya hal ini sangat menguntungkan bagi pengikut radikalisme, untuk menyebarkan paham mereka kepada maasyarakat, maupun dikalangan pelajar,”kata Yana mulyana.

Tidak jauh beda dengan yang diutarakan oleh pemateri terdahulu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Way Kanan H. Minaryadi menjelaskan, dengan pendekatan keagamaan yang maksimal, tentunya akan menciptakan pelajar-pelajar yang memiliki dasar agama yang sangat kuat untuk dapat menangkal masuknya paham radikalisme dikalangan pelajar. Peran guru agama, dewan guru dan rohis sangat dominan dalam memberikan pengetahuan akan ahlak, keimanan, yag membuat para pelajar akan sangat memahami, bahwa mereka adalah insan-insan yang sadar akan arti pentingnya kesatuan dan persatuan berbangsa dan bernegara.

 

Foto     : Asep Alek Hendra, SH

Editor : Opan Riansyah Putra

 

Tag :